Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us
Kamis, Maret 27, 2008

KONTROL WRITE PROTECT USB

Diposting oleh misbah06_blogspot.com
expr:id='"post-" + data:post.id'>

Flash Disk USB atau yang kita lebih kita kenal sebagai USB saja, merupakan salah satu sarana penyimpanan data yang cukup dikenal. Kalau dulu orang hanya menggunakan floppy disk (disket) atau CD sebagai alat penyimpan, dengan adanya Flash Disk tersebut sangat membantu sekali. Dengan ukuran yang beraneka ragam, mulai dari 128 KB sampai yang paling canggih mungkin sekarang sudah 8 GigaByte. Dan ini akan meningkat terus ukurannya.


Dari segi kegunaan sudah barang tentu alat kecil tersebut berguna sebagai alat penyimpan data. Baik gambar, dokumen, lagu (MP3), bahkan sudah bisa menjalankan Windows XP melalui media kecil tersebut. Tetapi kegunaan tersebut ada lebih gawat yaitu penyebaran virus melalui media tersebut.

Sering kita dengar bahwa Flash Disk kita dicurigai sebagai penyebar virus sehingga pemilik komputer “alergi” jika komputernya dimasuki oleh Flash Disk orang lain. Dan itu ada benarnya, karena metode penyebaran virus lokal koni mayoritas mengandalkan infeksi melalui UFD (USB Flash Disk). Seperti virus KESPO yang merusak semua file DOC, XLS, DBF dan lain sebagainya. Dan teknik supaya virus tersebut otomatis dijalankan ketika Flash Disk dicolokkan adalah di dalam flash disk tersebut ada beberapa file yang mengandung rutin yang menjalankan virus seperti AUTORUN.INF dan sebuah file lain (virus) yang akan dijalankan oleh perintah AUTORUN.INF tersebut.

Pada artikel akan diterangkan bagaimana mencegah agar AUTORUN.INF tersebut tidak menjadi alat penyebar virus di dalam komputer kita. Sekarang sebaliknya bagaimana flash disk tidak bisa digunakan sebagai alat penyebaran virus.

Bagaimana Cara Menghadapinya ?
Salah satu cara yang efektif untuk mencegah penyebaran virus lokal yang menggunakan metode ini adalah dengan men-disable fungsi Autorun/Autoplay pada Drive/Removable tersebut.
Untuk Disable Autorun/Autoplay dapat menggunakan beberapa cara diantaranya : (jalankan hanya salah satu)
Disable Autorun/Autoplay melalui Group Policy [GPEDIT.MCS], caranya:
o Klik menu [Start]
o Klik [Run]
o Ketik GPEDIT.MSC pada kolom “RUN”
o Setelah muncul layar “Group Policy” klik folder “System” pada menu “User Configuration” dan “Computer Configuration”
o Pada kolom Settings, klik dua kali “Turn off Autoplay”
o Setelah muncul layar “Turn off Autoplay” properties, klik tabulasi [Settings] dan pilih opsi “Enable” pada menu “Turn off Autoplay” kemudian Pilih “All Drive” pada kolom “Turn off Autoplay on”
o Kemudian klik tombol “OK”
o Klik “Close” untuk keluar dari layar “Group Policy”
Klik menu [START],
Klik [Run]
Ketik GPEDIT.MSC pada kolom “RUN”
Pilih Administrative Templates pada menu Computer Configuration.
Klik pada View kemudian pilih Filtering (lihat gambar 1)
Klik un-select pada check-box untuk mematikan pilihan "Only show policy settings that can be fully managed" dan kemudian klik OK (lihat gambar 2)
Klik kanan pada menu Administrative Template, pilih Add/Remove Template (lihat gambar 3)
Pastikan bahwa file write_protect_removable_drives.adm ada di direktori C:\Window\INF. Kalau belum ada bisa di download di http://www.petri.co.il/software/usb_write_protect_adm.zip (lihat gambar 4)
Setelah selesai di download, un-pack file tersebut kemudian jalankan file batch-nya. Sehingga file write_protect_removable_drives.adm tercopy di direktori C:\Windows\INF
Kemudian Anda klik tombol ADD, pilih file write_protect_removable_drives.adm. Klik tombol OPEN (lihat gambar 5)
Kalau berhasil pada Add/Remove Templates akan nampak file write_protect_removable_drives.adm tersebut. Klik tombol CLOSE untuk mengakhiri sesi tersebut. (lihat gambar 6)
Setelah ditutup, maka akan terlihat sebuah menu baru dengan nama “Custom Policy Settings” dengan sub menu “Write Protection” dengan status “disable” (lihat gambar 7)
Klik 2 (dua) kali pada Write Protect USB Removable Drives. Akan nampak Write Protect USB Removable Drives Properties. Pada tab Setting pilih ENABLED dan statusnya Anda rubah menjadi ON. Klik Apply, dan untuk mengakhiri klik OK (lihat gambar 8)
Kalau berhasil, maka Statenya berubah menjadi Enable (lihat gambar 9).Untuk mengakhiri klik File, kemudian Exit.
Untuk merubah menjadi DISABLE, Anda ikuti langkah no. 12 dan 13 pada tab Setting pilih DISABLE dan statusnya Anda rubah menjadi OFF.

0 komentar:

Posting Komentar